September 14, 2026

Setup Uptime Kuma di Armbian Server pada STB B860H Menggunakan Docker

Pada lab ini saya mencoba memanfaatkan STB B860H sebagai mini server dengan menggunakan Armbian.

Salah satu aplikasi yang saya jalankan adalah Uptime Kuma, yang saya deploy menggunakan Docker. Untuk penyimpanan data, saya menggunakan microSD sehingga data Uptime Kuma tidak bergantung pada filesystem container.

Target dari setup ini cukup sederhana, yaitu membuat Uptime Kuma berjalan dan bisa diakses melalui:

URL
http://192.168.50.1:3001

Network Interface yang digunakan:

Network Interface
eth0 = 192.168.50.1/29
wlan0 = 192.168.1.167/24
docker0 = 172.17.0.1/16

Hardware dan Software yang Dibutuhkan

Hardware yang digunakan:

  1. STB B860H
  2. microSD

Software yang digunakan:

  1. Armbian Server
  2. Docker
  3. Uptime Kuma

Persiapan Storage Uptime Kuma

Pada STB B860H, saya menggunakan microSD sebagai storage untuk data Uptime Kuma.

Pembagian storage yang digunakan:

Storage
/data = /dev/mmcblk1p1
/dev/mmcblk2 = eMMC

eMMC tidak diformat pada setup ini.

Selanjutnya, saya membuat direktori untuk menyimpan data Uptime Kuma:

Terminal
mkdir -p /data/uptime-kuma

Direktori ini merupakan data uptime kuma yang nantinya akan di-bind mount ke /app/data di dalam container.

Instalasi Docker di Armbian Server

Pada Armbian, Docker dapat dipasang melalui armbian-config. Untuk instalasi melalui CLI saya menggunakan:

Terminal
armbian-config --api module_docker install

Perintah tersebut merupakan metode instalasi Docker yang disediakan Armbian.

Setelah proses instalasi selesai, saya melakukan pengecekan versi Docker dengan command berikut:

Terminal
docker --version

Command tersebut digunakan untuk memastikan Docker sudah terpasang sekaligus melihat versi Docker yang tersedia pada sistem.

Menjalankan Container Uptime Kuma

Container Uptime Kuma dibuat dengan konfigurasi berikut:

Terminal
docker run -d \
  --name uptime-kuma \
  --restart=unless-stopped \
  -p 3001:3001 \
  -v /data/uptime-kuma:/app/data \
  louislam/uptime-kuma:2

Port 3001 digunakan untuk mengakses web interface Uptime Kuma, sedangkan bind mount memastikan data aplikasi disimpan pada /data/uptime-kuma.

Verifikasi Container Uptime Kuma

Setelah container dibuat, saya mengecek statusnya:

Terminal
docker ps

Dari hasil tersebut, yang perlu diperhatikan adalah container uptime-kuma dan mapping port 0.0.0.0:3001->3001/tcp, seperti pada gambar berikut.

Saya juga mengecek direktori data:

Terminal
du -sh /data/uptime-kuma

Pada hasil praktik, direktori tersebut berukuran:

Untuk memastikan bind mount sesuai konfigurasi, saya menggunakan:

Terminal
docker inspect uptime-kuma --format '{{range .Mounts}}{{.Source}} -> {{.Destination}}{{end}}'

Hasilnya:

Mapping Storage
/data/uptime-kuma -> /app/data

Jadi mapping storage sudah sesuai dengan konfigurasi yang direncanakan.

Akses Uptime Kuma melalui Browser

Setelah container berjalan, Uptime Kuma dapat diakses menggunakan IP eth0 pada STB B860H:

URL
http://192.168.50.1:3001

Pada proses awal, Uptime Kuma menampilkan halaman setup database. Pada tahap ini saya memilih SQLite karena proses setup-nya sederhana dan tidak membutuhkan database server tambahan.

Pada lab ini saya berhasil menjadikan STB B860H + Armbian Server sebagai mini server untuk menjalankan Uptime Kuma menggunakan Docker. Uptime Kuma sudah dapat diakses melalui web dan siap digunakan untuk memonitor service, server, maupun network appliance yang ada di jaringan.